<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Griya Pustaka Hijau</title>
	<atom:link href="http://griyapustakahijau.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://griyapustakahijau.com</link>
	<description>Pojok Hijau Perpustakaan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Apr 2012 02:32:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Membuat Tempat CD dari Kardus atau Kotak Bekas</title>
		<link>http://griyapustakahijau.com/95/membuat-tempat-cd-dari-kardus-atau-kotak-bekas/</link>
		<comments>http://griyapustakahijau.com/95/membuat-tempat-cd-dari-kardus-atau-kotak-bekas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 02:32:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Evyta Ar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daur Ulang]]></category>
		<category><![CDATA[daur ulang kardus bekas]]></category>
		<category><![CDATA[kotak CD dari kardus bekas]]></category>
		<category><![CDATA[tempat CD/DVD]]></category>
		<category><![CDATA[tips membuat tempat CD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://griyapustakahijau.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Di rumah kita, tentu ada banyak kardus atau kotak yang tidak terpakai lagi. Kardus atau kotak itu biasanya berasal dari barang-barang elektronik, sepatu, makanan atau minuman, yang umumnya kita buang atau kita berikan kepada pemungut barang bekas. Sebenarnya, sebelum langkah tersebut kita lakukan, kardus atau kotak bekas tersebut bisa kita manfaatkan lagi untuk perpustakaan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di rumah kita, tentu ada banyak kardus atau kotak yang tidak terpakai lagi. Kardus atau kotak itu biasanya berasal dari barang-barang elektronik, sepatu, makanan atau minuman, yang umumnya kita buang atau kita berikan kepada pemungut barang bekas. Sebenarnya, sebelum langkah tersebut kita lakukan, kardus atau kotak bekas tersebut bisa kita manfaatkan lagi untuk perpustakaan yang kita kelola. Seperti yang kita tahu, selain buku, koleksi perpustakaan juga mencakup CD dan DVD. Nah, daripada kita membeli rak CD baru yang tentunya akan menambah pengeluaran kas perpustakaan, mengapa tidak kita buat sendiri? Ya, kita bisa membuatnya dari kardus atau kotak bekas tersebut. Bagaimana caranya? Ternyata sangat sederhana!</p>
<p><strong>Bahan dan Alat</strong></p>
<ul>
<li>Kotak sepatu atau kardus ukuran kecil</li>
<li>Kertas kado (Rp. 1.000 sampai Rp. 2000)</li>
<li>Plastik sampul (jika ada)</li>
<li>Lem, Selotip, atau Double Tip</li>
<li>Gunting</li>
</ul>
<p><strong>Cara Membuat</strong></p>
<ul>
<li>Kardus atau kotak dibuang tutupnya sedemikian rupa hingga membentuk wadah terbuka</li>
<li>Balut kardus atau kotak tersebut dengan kertas kado serapi mungkin, lalu rekatkan dengan lem, selotip atau double tip di bagian dalam kotak</li>
<li>Jika ada sisa plastik sampul untuk buku, kardus atau kotak yang sudah dibalut kertas kado tadi bisa kita balutkan plastik. Rekatkan plastik dengan selotip serapi mungkin. Plastik akan menjaga kertas kado agar tidak mudah rusak</li>
<li>Tempelkan label di kotak tersebut jika dibutuhkan</li>
</ul>
<p><center><div id="attachment_104" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://griyapustakahijau.com/95/membuat-tempat-cd-dari-kardus-atau-kotak-bekas/"><img src="http://griyapustakahijau.com/wp-content/uploads/2012/04/kotak-cd-pustaka-hanan.jpg" alt="Membuat Tempat CD dari Kardus atau Kotak Bekas" title="kotak-cd-pustaka-hanan" width="500" height="375" class="size-full wp-image-104" /></a><p class="wp-caption-text">Doc: Pribadi</p></div></center></p>
<p>Sangat sederhana, kan? Alat dan bahan bisa kita jumpai di rumah kita sendiri, kecuali jika belum memiliki kertas kado atau plastik sampul. Kalau dihitung-hitung, modal untuk membuat tempat CD ini tidak lebih dari Rp. 5.000. Jika kita bandingkan harga rak atau <em>box</em> CD di toko yang berkisar Rp. 15.000 sampai Rp. 35.000, maka kita sudah menghemat cukup banyak. Selisih uang tersebut bisa kita gunakan untuk keperluan lain di perpustakaan yang lebih prioritas, membeli buku misalnya.</p>
<p>Sebagai tambahan, sebaiknya kardus atau kotak bekas tersebut hanya digunakan sebagai wadah CD, DVD, kaset atau barang-barang non-kertas lainnya. Menyimpan buku di dalam kardus atau kotak akan berdampak kurang baik untuk kondisi buku tersebut. Sebagian kardus mengandung asam yang dapat membuat warna kertas pada buku menjadi kekuning-kuningan sehingga lama-kelamaan buku akan rusak.</p>
<p>Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://griyapustakahijau.com/95/membuat-tempat-cd-dari-kardus-atau-kotak-bekas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses Membangun</title>
		<link>http://griyapustakahijau.com/89/proses-membangun/</link>
		<comments>http://griyapustakahijau.com/89/proses-membangun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2012 11:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Redaksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://griyapustakahijau.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Mohon maaf kepada para pembaca, untuk sementara website ini masih dalam tahap pembangunan, sehingga masih banyak bagian yang belum selesai dirancang. Semoga sabar menanti]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon maaf kepada para pembaca, untuk sementara website ini masih dalam tahap pembangunan, sehingga masih banyak bagian yang belum selesai dirancang. Semoga sabar menanti <img src='http://griyapustakahijau.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://griyapustakahijau.com/89/proses-membangun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Parade Pohon #1: Merawat Anak Pohon</title>
		<link>http://griyapustakahijau.com/70/parade-pohon-1-merawat-anak-pohon/</link>
		<comments>http://griyapustakahijau.com/70/parade-pohon-1-merawat-anak-pohon/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2012 10:20:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Evyta Ar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi Alam]]></category>
		<category><![CDATA[belajar dari pohon]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi pohon]]></category>
		<category><![CDATA[merawat anak]]></category>
		<category><![CDATA[merawat anak pohon]]></category>
		<category><![CDATA[merawat pohon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://griyapustakahijau.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Di pojok sebuah teras, sebatang anak pohon mungil begitu nyaman dengan rumah barunya. Sudah beberapa hari ini ia berpisah dengan induknya, sebab anak pohon memang harus mandiri begitu memiliki akar dan daun sendiri. Selama dua hari kondisi si anak pohon sangat segar, memberikan harapan baru kepada si empunya bahwa ia akan tumbuh subur hingga kelak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float:right;padding:10px;"><a href="http://griyapustakahijau.com/70/parade-pohon-1-merawat-anak-pohon/"><img src="http://griyapustakahijau.com/wp-content/uploads/2012/03/anak-pohon.jpg" alt="Inspirasi Alam, Merawat Anak Pohon" title="beginning" width="200" height="300" class="alignright size-full wp-image-71" /></a></div>
<p>Di pojok sebuah teras, sebatang anak pohon mungil begitu nyaman dengan rumah barunya. Sudah beberapa hari ini ia berpisah dengan induknya, sebab anak pohon memang harus mandiri begitu memiliki akar dan daun sendiri. Selama dua hari kondisi si anak pohon sangat segar, memberikan harapan baru kepada si empunya bahwa ia akan tumbuh subur hingga kelak dewasa. Malang bagi si anak pohon, keesokan harinya ia meranggas. Daun yang sebelumnya hijau segar kini menguning, kering dan layu. Selidik punya selidik, ternyata ada seseorang yang menggeser letaknya hingga terkena panas seharian. Karena lengah dan kurang memperhatikan, si empunya tidak tahu-menahu tentang kejadian itu. Anak pohon yang tadinya belum siap menerima panas akhirnya terkejut dan stress. Kini ia sedang berada dalam perawatan khusus agar tunas-tunas harapannya kembali muncul dan mekar. Ternyata tak hanya manusia saja yang bisa stress, ya? Tanaman pun bisa!</p>
<p>Sementara itu, di pojok sebuah ruangan yang lain, beberapa anak pohon yang masih kecil juga sedang belajar tumbuh. Mereka berasal dari potongan-potongan batang pohon sang induk. Meskipun akar mereka masih sedikit, tapi semangat hidup mereka begitu tinggi. Daun yang mungil kian hari kian besar dan bertambah hijau. Pucuk-pucuk kehidupan mulai bermunculan. Betapa bahagianya yang melihat proses pertumbuhan para anak pohon. Mereka bergerombol dan merasa nyaman ditempatkan di wadah kecil yang terlindung dari panas. Tapi dalam waktu dekat, anak-anak pohon ini harus mulai belajar merasakan hangatnya sinar matahari pagi agar pertumbuhannya semakin bagus.</p>
<p>Untuk belajar mendapatkan cahaya matahari, anak-anak pohon harus melewati proses pembelajaran. Semua ada tahapnya, mereka tidak boleh langsung dihadapkan menantang sang surya sebab mereka tidak akan kuat! Si empunya harus menyiapkan area yang pas dengan naungan yang cukup baik agar anak-anak pohon ini bisa nyaman berada di pelukan sinar matahari pagi. Jika mereka sudah terbiasa, selanjutnya mereka harus belajar beradaptasi dengan panas yang lebih tinggi. Jika saatnya telah tiba untuk mereka mandiri, tentu para anak pohon akan siap menantang panasnya cuaca dan guyuran hujan, meski tanpa naungan.</p>
<p>Perjalanan mereka belum berhenti sampai di situ. Si empunya harus memperhatikan mereka dengan seksama dari jangkauan hama dan pengganggu. Pengaruh lingkungan pun bisa memberikan dampak bagi pertumbuhan remaja mereka. Jika mereka sudah dewasa dan berbuah, sesekali juga masih perlu mendapatkan perhatian agar buah yang mereka hasilkan lebih optimal. Selanjutnya, anak pohon yang sudah dewasa akan siap mengorbankan dirinya kembali untuk memberi kehidupan baru agar keturunan mereka terus berlangsung. Tapi jangan kau kira pohon dewasa itu akan mati jika berkorban, mereka justru akan semakin subur dan memberikan tunas-tunas dan cabang baru. Luar biasa! Siklus hidup mereka kemudian akan kembali ke awal lagi, dan begitu seterusnya.</p>
<p>Kau tahu? Merawat pohon itu seperti merawat anak manusia, bedanya, anak manusia akan mengadukan apa yang ia rasakan secara verbal dan visual, dengan begitu para orangtua langsung tahu apa yang harus dilakukan.</p>
<p>&#8220;Ma, di sini panas.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ayah, haus&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bunda, tanganku sakit&#8230;&#8221;</p>
<p>Sementara pohon? Mereka tak bisa berbahasa verbal layaknya manusia. Jika kau tempatkan ia di tempat panas, padahal ia belum siap menerimanya, ia tak akan mengadu padamu kalau ia kepanasan. Kau hanya bisa melihat efek visualnya saja, seperti daunnya yang menunduk dan layu. Jika ia sakit terkena hama, ia pun tak akan mengadu kesakitan padamu. Si empunya lah yang harus membuka mata dan hati untuk bisa melihat secara jeli apa yang sedang dihadapi anak pohon dan sesegera mungkin melakukan tindakan lanjut.</p>
<p>Merawat pohon itu seperti merawat anak manusia, butuh kasih sayang, kelembutan, kesabaran dan perhatian lebih. Mereka membutuhkan nutrisi yang lengkap agar sehat, tempat bernaung yang memadai, pembelajaran yang bertahap, serta komunikasi yang tepat. Eh, komunikasi? Ya, komunikasi. Jangan kau kira pohon tak bisa mendengar, ya! Meskipun tidak memiliki telinga seperti manusia, entah bagaimana caranya, mereka bisa mendengar. Tentu kau pernah mendengar atau membaca berbagai penelitian terhadap efek pertumbuhan tanaman bila mereka diperdengarkan musik yang lembut. Hasil produksi buahnya konon jauh melebihi normal. Seperti itu juga halnya dengan pupuk dan air, jika diberi dalam porsi yang tepat, anak pohon akan tumbuh sehat dan kuat, hingga kelak mereka akan menghasilkan keturunan-keturunan yang berkualitas.</p>
<p>Lewat sebatang anak pohon, manusia bisa belajar tentang merawat dan mendidik anak. Meskipun tumbuh-kembangnya bergantung pada ketentuan Tuhan Yang Maha Menghidupkan, namun bagi yang merawat tetap harus berjuang dan berusaha agar anak-anak mereka menjadi anak yang baik, sehat dan mandiri. Jika anak pohon saja membutuhkan perawatan yang lengkap, bagaimana lagi dengan seorang anak manusia?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://griyapustakahijau.com/70/parade-pohon-1-merawat-anak-pohon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Membuat Rak CD Unik dari CD Bekas</title>
		<link>http://griyapustakahijau.com/7/tips-membuat-rak-cd-unik-dari-cd-bekas/</link>
		<comments>http://griyapustakahijau.com/7/tips-membuat-rak-cd-unik-dari-cd-bekas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 06:42:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Evyta Ar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daur Ulang]]></category>
		<category><![CDATA[CD bekas]]></category>
		<category><![CDATA[rak CD]]></category>
		<category><![CDATA[tips membuat rak CD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://griyapustakahijau.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tak kenal dengan perangkat yang satu ini. Ringan, tipis, dan mampu menyimpan ratusan bahkan ribuan mega byte data digital. Memang, perkembangan era digital yang semakin pesat selalu saja memunculkan teknologi baru yang cukup memudahkan kita, salah satunya adalah Compact Disc (CD), yang kemudian diperluas menjadi beberapa jenis format. Barangkali di antara kita masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang tak kenal dengan perangkat yang satu ini. Ringan, tipis, dan mampu menyimpan ratusan bahkan ribuan mega byte data digital. Memang, perkembangan era digital yang semakin pesat selalu saja memunculkan teknologi baru yang cukup memudahkan kita, salah satunya adalah <em>Compact Disc</em> (CD), yang kemudian diperluas menjadi beberapa jenis format. Barangkali di antara kita masih banyak yang menyimpan CD bekas atau CD rusak yang tidak terpakai, dan umumnya CD bekas tersebut hanya akan berakhir di tempat sampah. Namun hal ini tidak berlaku bagi seorang Gary, salah satu penggagas barang daur ulang dari komunitas Instructables, yang mengubah CD bekas menjadi sebuah rak CD yang unik. Kita pun bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah. Selain bermanfaat dan unik, kita juga ikut mengurangi sampah di sekitar kita. Yuk, kita ikuti cara membuatnya!</p>
<h2 style="font-size:14px;font-weight:bold;padding-left:0px;margin-bottom:15px;">Bahan dan Alat untuk Membuat Rak CD dari CD Bekas</h2>
<p><img src="http://griyapustakahijau.com/wp-content/uploads/2011/09/alat-bahan-tempat-cd.jpg" alt="" title="alat-bahan-tempat-cd" width="540" height="390" class="aligncenter size-full wp-image-22" /></p>
<p><strong>Bahan</strong><br />
15 keping CD (bisa lebih atau kurang, tergantung kebutuhan)<br />
1 batangan besi berulir, diameter 5 mm (biasa dijual per meter)<br />
5 mur kunci diameter 5 mm<br />
8 mur segi enam diameter 5 mm<br />
1 batangan silinder atau dowel stick diameter 20 mm (biasanya terbuat dari kayu, plastik atau logam)<br />
100 ring-per diameter 5 mm (biasa dijual dalam 1 paket berisi 100 pcs)</p>
<p>Catatan: ukuran jarak ulir sebaiknya disesuaikan antara batangan besi berulir dan mur agar mudah memutarnya.</p>
<p><strong>Alat</strong><br />
Spidol permanen<br />
Kunci pas atau kunci ring<br />
Gergaji besi<br />
Bor</p>
<h2 style="font-size:14px;font-weight:bold;padding-left:0px;margin-bottom:15px;">Cara Membuat Rak CD dari CD Bekas</h2>
<p><strong>Membuat Pola CD</strong><br />
Ambil satu CD dan buat tanda titik dengan spidol permanen di kedua sisi dari lubang pusat, di tengah-tengah antara lubang pusat dan tepi CD. Pastikan satu titik berada sekitar 1 cm di atas titik yang lain, gunanya agar penyangga CD kita nanti agak miring posisinya (lihat gambar). Lalu lubangi titik tersebut dengan bor berukuran 5 mm. Gunakan CD ini untuk membuat pola pada CD lainnya.</p>
<p><img src="http://griyapustakahijau.com/wp-content/uploads/2011/09/membuat-pola-tempat-cd.jpg" alt="" title="membuat-pola-tempat-cd" width="540" height="390" class="aligncenter size-full wp-image-21" /></p>
<p><img src="http://griyapustakahijau.com/wp-content/uploads/2011/09/bor-cd.jpg" alt="" title="bor-cd" width="540" height="390" class="aligncenter size-full wp-image-23" /></p>
<p><strong>Memotong Batangan Berulir</strong><br />
Potong batangan berulir menjadi dua potongan dengan panjang 25 cm menggunakan gergaji besi. Usahakan ujung potongan dihaluskan dengan kertas amplas kasar.</p>
<p><strong>Merakit Rak CD</strong><br />
Masukkan batang melalui satu CD lalu masukkan mur segi enam di ujung yang satu. Setelah itu, masukkan 7 ring-per pada setiap batang dilanjutkan dengan memasukkan CD lain. Setiap 5 CD, kita dapat menempatkan sebuah mur segi enam untuk mengencangkan posisi. Tapi hati-hati, lakukan dengan perlahan agar tidak memecahkan CD. Untuk satu mur segi enam, ukurannya sama dengan 2 ring-per, sehingga kita hanya perlu menempatkan 5 ring-per dan satu mur segi enam di setiap CD kelima. Setelah semua CD dimasukkan, kencangkan semua mur agar kuat.</p>
<p><img src="http://griyapustakahijau.com/wp-content/uploads/2011/09/merakit-tempat-cd1.jpg" alt="" title="merakit-tempat-cd1" width="540" height="390" class="aligncenter size-full wp-image-48" /></p>
<p><img src="http://griyapustakahijau.com/wp-content/uploads/2011/09/merakit-tempat-cd2.jpg" alt="" title="merakit-tempat-cd2" width="540" height="390" class="aligncenter size-full wp-image-49" /></p>
<p><strong>Memasang Kaki Rak CD</strong><br />
Selanjutnya, potong batangan silinder sebanyak 4 potong. Dua potong berukuran 7 cm dan dua potong lainnya berukuran 6 cm. Lubangi batangan silinder dengan bor 5 mm dengan jarak 1 cm dari masing-masing ujung atas batang. Empat potongan ini akan kita gunakan sebagai kaki rak CD.</p>
<p><img src="http://griyapustakahijau.com/wp-content/uploads/2011/09/kaki-tempat-cd.jpg" alt="" title="kaki-tempat-cd" width="540" height="390" class="aligncenter size-full wp-image-51" /></p>
<p>Terakhir, pasang kaki yang lebih tinggi untuk batang ulir pada lubang CD yang lebih tinggi. Lakukan hal yang sama dengan kaki yang lebih pendek. Pastikan semuanya berdiri lurus dan kencangkan dengan mur kunci pada setiap sisi kaki. Kini CD-CD kita sudah memiliki rumah baru yang unik. Selamat mencoba!</p>
<p><img src="http://griyapustakahijau.com/wp-content/uploads/2011/09/tempat-cd.jpg" alt="Tips Membuat Rak CD dari CD Bekas" title="tempat-cd" width="540" height="380" class="size-full wp-image-52" /></p>
<p><em>Greenerlifes / Instructables</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://griyapustakahijau.com/7/tips-membuat-rak-cd-unik-dari-cd-bekas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

